Bercanda Dengan Badai

Sempat berfikir, dunia tak lagi begitu berarti. Saya tak lagi terlalu tartarik untuk semakin sukses di bisnis. Mekipun tidak pula ingin mati, tapi merasa apa yang ada sudah cukup. Saya tak perlu lagi banyak berusaha. Selain itu, bersemayam dalam keheningan lebih baik daripada keluar mendekati keriuhan.

Dalam sebuah perenungan, saya melihat ada batas tipis antara kemalasan dengan jiwa yang merasa lebih dekat pada Tuhan-Nya pasca badai perceraian itu.

Mulai berfikir untuk menata kembali hidup sebagaimana mestinya jika tak ada badai perceraian. Saya ingin sesemangat sebelumnya mengejar prestasi maupun materi serta bersosialisasi  tanpa memikul beban.

“ Sebenarnya gue dah pisah sama suami  “, demikian pertama kali saya memberitahukan perihal perceraian kami pada seorang duda beranak satu, rekan alumni yang bertanya dimana suami saya. 

Dia malah menjawab, “ Ooooh…. Ya udah kalau gitu jadi mama anak gue yah. Mau yah ! “.

Saya tak lagi menyembunyikan perceraian  dan status janda.  Dada terasa plong dan jauh lebih berbahagia. Mulai keluar seperti biasa dan setiap ada yang bertanya tentang suami, saya memberitahukan status saya yang sebenarnya tanpa beban

Berlibur bersama anak ke Bunaken , Surabaya, Bromo, Malang ketika liburan musim panasnya. Melihat indahnya Cina. Berjemur di bibir pantai Miami, Florida –  USA. Saya mulai lagi tampil sebagai leader di bisnis saya. Semua baik-baik saja seperti Allah serasa pernah berbisisk “ semua akan baik-baik saja ”, sebelum sidang perceraian itu dan membuat saya yakin untuk menutup setiap celah rujuk.

Penerimaan atas apa yang terjadi adalah pondasi siapapun yang ingin kembali bangkit dari terjangan badai kehidupannya. Belajar hanya melihat jutaan keberuntunga untuk yang tersebar.  Meski pasti merasakan goncangan akibat perceraian orang tuanya, memiliki anak yang baik dan tetap berjuang menyelesaikan kuliahnya di Australia. Saya memberi nilai tinggi atas berkah ini.

Mandiri secara finansial, hati yang lebih asyik dan banyak kesempatan baik terbuka karena status single, bukanlah keberkahan yang patut dinafikan dari sebuah badai perceraian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *