Berdarah Campuran

Lahir di kota Bengkulu dari bapak berdarah Bengkulu dan ibu dari suku Jawa, tepatnya Yogyakarta. Menurut kisah masa lalu bapak dan ibu yang dikisahkan mereka berdua, sebelum saya lahir kondisi keuangan keluarga masih morat-marit. Saat saya lahir, sudah ada kakak saya Fakhhrul Rizal yang lahir 2 tahun lebih dulu dari kelahiran saya.

Kala itu bapak masih berstatus pegawai honorer di IAIN (Institut Agama Islam Negri) di kota Bengkulu yang sekarang namanya menjadi UIN (Universitas Islam Negri) Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Ibu yang lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di kota Yogyakarta, menjadi murni Ibu Rumah Tangga. Tidak bekerja ataupun berbisnis. Bagi ibu, kondisi saat adalah dunia baru baginya yang mencekam.

Ibu dibawa pindah dari Jawa ke Sumatera dan tiba-tiba dikelilingi oleh orang-orang yang tak mengharapkan kehadirannya, sebab pernikahan bapak dan ibu tidak direstui keluarga besar bapak. Tak diharapkan oleh ibu mertua dan ipar-iparnya, tentulah bukan situasi dinamis yang membuat ibu bisa bergerak bebas sebagaimana ibu saya hari ini yang super aktif.

Bapak dan ibu terjerembab dalam kisah sedih pasangan yang tak direstui pernikahannya karena alasan kesukuan. Konon katanya, bapak sudah disiapkan calon di kampungnya di Desa Kota Donok Bengkulu, saat bapak sedang menuntut ilmu di Yogyakarta. namun takdir mempertemukannya dengan ibu disana.

Kata orang-orang, jodoh itu di tangan Tuhan. Ya, terbukti. Walau ditentang menikah, toh mereka ditakdirkan bersama untuk menghadirkan saya, kakak dan adik ke dunia ini. Pernikahan mereka awet hingga kini bapak saya berusia 78 tahun dan ibu 68 tahun.

Meski berdarah Jawa, ternyata saya tidak tumbuh menjadi perempuan lemah lembut seperti wanita Jawa pada umumnya. Mungkin karena tercampur darah Sumatera bapak dan dua saudara kandung yang lelaki semua. Jika dilihat sekilas dan belum mengenal lebih jauh, saya terkesan angker. Iya, terlihat judes dan galak. Namun waktu kecil, panampakan saya tomboy.

Pada hari Jumat, 6 Juni 1975 pada kalender masehi saya terlahir ke dunia ini. Pada penanggalan Jawa, konon hasilnya saya terlahir pada tanggal 26 Jumadil Awal 1907, hari Jemuwah Legi. Sedangkan penanggalan Hijriyah mencatat, saya lahir pada tanggal 26 Jumadil Ula tahun 1395 lalu diberi nama Nurul Abidah.

Saya seorang muslim karena lahir dari orang tua yang keduanya muslim. Sehingga secara muslim nama saya secara keseluruhan adalah Nurul ABidah Binti Fachruddin Imansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *