Kucing

Saat itu saya masih Sekolah Dasar. Pusi adalah kucing pertama yang saya rawat. Kucing domestik (biasa disebut kucing kampung) yang lucu. Pusi berbulu putih semua. Dia RIP karena kecebur sumur tetangga. Sad….

Lalu hadir penggantinya, Kiput. Singkatan dari Kaki Putih karena badannya hitam tapi di bagian kakinya saja yang putih. Sama juga, dia kucing kampung yang lucu. Zaman saya dulu mana kenal kucing ras. Dan dokter hewan pun tak populer bagi saya di masa itu. Mungkin drh populer dikalangan orang kaya, saya merasa hanya anak SD yang kebetulan suka kucing dan hanya sanggup minta bagian nasi dan ikan asin ke ibu untuk memberi mereka makan.

Kiput RIP karena sakit. Kalau dirawat ke drh, Kiput bisa sembuh. Hmm… mungkin. Sad…

Tahun 2014 saat saya merasa bebas menentukan isi rumah saya sendiri, saya mulai meneruskan kecintaan pada kucing. Dengan membeli Nicolas Cage, seekor kucing peranakan ras yang lumayan bulunya dengan harga Rp 1,2 Juta.

Sandra Bullock

Lalu saya membeli Sandra Bullock untuk menemani Nico yang kesepian ha ha !
Lagi, saya membeli Franco Nero. Dari mereka bertiga kini ada 23 ekor kucing di rumah kami tapi campuran jenisnya.

Saya hanya memnbeli 3 ekor peranakan ras, sebab tak terpikir begitu banyak kucing jalanan yang perlu dapat perhatian. Ya sudahlah….

Dalam perjalanan saya meburus kucing-kucing, hadir Miss Abu, si hidung pesek yang entah kesasar atau dibuang oleh pemiliknya datang ke rumah dalam keadaan sangat kelaparan. Lalu dia tak mau lagi keluar dari rumah.

Ada Riyadh dan Oman, 2 kitten yang mengais sampah tanpa induk. Ada Cemong, Batman, Covid, Uuk (sudah RIP) dan Ireng anak dari Trie si 3 warna yang numpang melahirkan di rumah kami.

Ada Ciko, Ceko dan Coki (sudah RIP) anak dari Upet yang kini tak sudi tinggal di rumah karena anti sosial dengan kucing lainnya. Jadi Upet hanya datang mengambil jatah makannya dan kadang tidur di teras saja.

Angelina Jolie, Bruce Willis, Becky adalah anak dari Sandra Bullock termasuk kawanan ras di istana kami. Angelina Jolie sebelum disteril sempat menyumbang Leah. Leah sempat menyumbang Sipanjang, Sipendek dan Siputi sebelum di steril.

Pada masa pandemi, saya kedatangan tamu tak diundang. Corona dan Koneng. Korona kebobolan sebelum sempat di steril dan menyumbang 4 kitten. Duh, menyusul Ireng dan Sipanjang. Ireng melahirkan 3 anak, 1 RIP. Dan Sipanjang melahirkan 2 anak dan 1 RIP.

Begitulah keluarga kucing saya. Katanya banyak anak banyak rejeki, sepertinya rezeki saya banyak karena banyak kucing ini. Aamiin.

Biaya mereka cukup lumayan. Tapi Alhamdulillah dari bisnis Oriflame yang sudah lumayan mapan, saya mampu untuk membiayai mereka dengan layak. Makanan bagus, pup di pasir, punya kamar khusus, jika sakit ke dokter.

Yah begitulah, hobby tiap orang boleh kan berbeda. Ada yang suka bersepeda, saya lebih hobby merawat kucing, tanaman ala urban dan nonton.