Tanaman

Punya halaman taklah begitu luas untuk berkebun singkong apalagi pohon jati. Maka saya hanya menanam di area tanah yang tak seberapa luas dan di dalam pot-pot. Ini sudah cukup membuat lingkungan di sekitar rumah berkecukupan oksigen.

Mawar di atas rumah

Tanaman saya bukan tanaman mahal. Mereka tergolong biasa semua. Tapi juga saya tidak meminta begitu saja tanaman orang, kecuali dikasih tentunya. Rata-rata semuanya beli jika itu tanaman keinginan saya.

Sebagaimana watak yang tak suka ikut-ikutan, saya bukan ber eforia pada tanaman sejak masa pandemi dan banyak orang diminta work from home. Jauh sebelum pandemi saya sudah menikmati asiknya bertanam walau bukan sejak saya muda.

Kebetulan juga saya memang sudah work from home sejak tahun 2008, sehingga rasanya tak ada yang berbeda dengan pandemi karena tak ada pula yang memaksa saya work from home.

Rasanya saya menyukai bertanam sekitaran tahun 2014 ketika saya kembali ke Jakarta. Sebelumnya saya tinggal di Singapura dan disana tanaman saya terbuat dari plastik yang saya beli di Ikea yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan apartemen dimana saya tinggal.

Mungkiun juga karena pada masa itu saya sedang sendirian alias single mom atau saya berpisah dengan suami. Sehingga banyak sekali me time, mengembangkan kesukaan, lebih mencintai diri sendiri dan keindahan baru lainnya yang saya temukan dalam kesendirian itu, Alhamdulillah menemukan hikmah.

Tanaman saya dulu plastik, uh sedih lihatnya meskipun lumayan bagus dan mahal tapi tak mengeluarkan oksegenlah dia hi hi !

Meskipun bukan ahli tanaman, di blog ini saya berbagi tulisan sederhana soal tanaman yang saya tau. Sekedar mengasah otak dengan merangkai kata dalam tulisan.